
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Baiturrahmah (Unbrah) menggelar Focus Group Discussion (FGD) eksternal dalam rangka revisi visi, misi, dan kurikulum periode 2023–2027 di Auditorium Universitas Baiturrahmah Sabtu 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan arah pengembangan pendidikan kedokteran selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.
FGD eksternal tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, organisasi profesi, hingga praktisi layanan kesehatan. Keterlibatan pihak eksternal ini diharapkan mampu memperkaya rumusan visi dan misi serta meningkatkan relevansi kurikulum FK Unbrah di masa mendatang.
Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FK Unbrah, dr. Yuri Haiga, Sp.N, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran para undangan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam pengembangan pendidikan kedokteran.

Ia menegaskan bahwa penyusunan visi dan misi, baik untuk program studi sarjana kedokteran maupun profesi dokter, tidak dapat dilakukan secara internal semata. Diperlukan kontribusi dari berbagai pihak agar rumusan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, FK Universitas Baiturrahmah memiliki peran penting dan dibutuhkan dalam sistem pelayanan kesehatan, sehingga arah pengembangannya harus mengacu pada kebutuhan riil di lapangan serta standar pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta FGD untuk memberikan masukan dan kritik konstruktif guna menyempurnakan rumusan visi, misi, dan kurikulum yang sedang disusun.
Wakil Rektor II Unbrah, Drs. Darman, M.Si, Akt, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa FGD internal yang telah dilakukan sebelumnya belum cukup tanpa adanya perspektif eksternal.

Ia berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memberikan saran yang komprehensif sehingga FK Unbrah dapat terus berkembang menjadi institusi pendidikan kedokteran yang lebih baik dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Koordinator tim perumus visi dan misi FK Unbrah, dr. Roland Helmizar, Sp.PD, menyampaikan harapannya agar revisi yang dilakukan dapat membawa kemajuan signifikan bagi fakultas ke depan.
Ia menambahkan bahwa proses revisi ini tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen, tetapi juga pada implementasi yang berdampak nyata terhadap kualitas lulusan.
FGD ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kota Padang, Dinas Kesehatan Kota Solok, LLDikti Wilayah X, Koordinator Asosiasi Fakultas Kedokteran Indonesia (AFKI), perhimpunan rumah sakit, RS pendidikan, direktur rumah sakit di Sumatera Barat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Sumatera Barat, LKAAM Sumbar, serta alumni FK Unbrah.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan FK Universitas Baiturrahmah mampu merumuskan visi, misi, dan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu kedokteran di masa depan.
FGD ini menjadi tindak lanjut dari FGD tingkat internal pada seminggu sebelumnya yang melibatkan stakeholder internal kampus.
