
Universitas Baiturrahmah (Unbrah) menjadi tuan rumah pelaksanaan *Sumatera Economic Resurgence Forum 2026*, sebuah forum strategis yang mengusung tema “Akselerasi Kedaulatan Energi dan Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 8 hingga 10 Juni 2026 bertempat di Auditorium Universitas Baiturrahmah, Kota Padang, Sumatera Barat, yang diinisiasi oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah II sebagai wadah pertemuan antar pemangku kepentingan, akademisi, mahasiswa, dan praktisi pembangunan ekonomi.
Forum ini dihadiri oleh berbagai elemen strategis, mulai dari jajaran pimpinan universitas, pejabat daerah, perwakilan kementerian, pelaku usaha, hingga ratusan delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatera bagian tengah. Tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk merumuskan langkah-langkah nyata dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah yang berkelanjutan, sekaligus menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan prinsip pelestarian lingkungan hidup guna mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

Hari pertama pelaksanaan kegiatan, Senin (8/6), dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Baiturrahmah, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S., yang sekaligus memberikan sambutan pembukaan. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana yang dipimpin oleh Zirfarel Dehendra atas terselenggaranya forum berskala regional ini. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menggagas acara berkualitas menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan daerah.
Sebelum memasuki sesi diskusi utama, rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pengkondisian ruangan, penampilan seni budaya khas Sumatera Barat seperti Tari Pasambahan dan Tari Piring, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Turut hadir memberikan sambutan adalah Koordinator ISMEI Wilayah II Farhan Abrar dan Plt. Ketua BEM FEB Unbrah Muhammad Radit Ikbal, yang menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang demokrasi ilmiah bagi anak muda untuk berdialog langsung dengan para pengambil kebijakan.
Dalam pemaparannya Direktur Perlindungan dan Pengendalian Ekosistem Perairan Darat Kementerian Lingkungan Hidup RI Zamzami, SE., MM.,. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi Sumatera Barat saat ini, khususnya terkait pengelolaan sampah yang masih banyak mengandalkan sistem pembuangan terbuka dan menimbulkan dampak buruk bagi kualitas udara dan lingkungan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari individu hingga pemangku kebijakan, untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah sejak dini melalui pemilahan organik dan anorganik.

Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, rangkaian hari pertama ditutup dengan kegiatan penanaman pohon secara simbolis yang diikuti oleh seluruh pimpinan undangan dan panitia. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama bahwa kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam, sehingga Sumatera Barat dapat menjadi contoh keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Senada itu Husni Safruddin, ST., MT., Koordinator Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Penyediaan Tenaga Listrik. Ia menjelaskan pentingnya pemerataan akses energi sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi, namun tetap harus diimbangi dengan tata kelola lingkungan yang baik. “Kita tidak bisa hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi harus memastikan pembangunan yang berjalan selaras dengan daya dukung alam agar menjadi warisan berharga, bukan bencana di masa depan,” ujarnya.

Memasuki hari kedua, Selasa (9/6), forum memasuki sesi diskusi yang lebih mendalam dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pelaku usaha, lembaga keuangan, dan instansi terkait. Perwakilan dari PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat memaparkan strategi pemerataan pasokan listrik dan pengembangan energi baru terbarukan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi daerah yang menjadi salah satu fokus utama forum ini.
Selain itu, diselenggarakan sesi Forum Dialetika Ekonomi yang menghadirkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat Mahdianur, S.H., S.E., M.M., serta narasumber dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Padang, Hesty Aisyah, S.E., M.Si. Diskusi ini berfokus pada peran generasi muda dan ilmu pengetahuan ekonomi dalam merancang model pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Barat.

Turut hadir dalam sesi tersebut Wakil Ketua Umum BPP IKA ISMEI Ady Suryadi yang menekankan pentingnya sinergi antara alumni, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif. “Ikatan alumni dapat menjadi jembatan antara dunia kampus dengan dunia kerja dan kebijakan, sehingga hasil pemikiran akademik dapat langsung diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian khusus dalam penyelenggaraan forum ini. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat menyampaikan kesiapan pihak kepolisian untuk mendukung kelancaran acara, sekaligus mengajak mahasiswa untuk memahami peran institusi kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib sebagai prasyarat utama pembangunan ekonomi yang berjalan lancar.
Sesi diskusi yang berlangsung interaktif memungkinkan peserta untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan gagasan langsung kepada para narasumber. Berbagai usulan terkait pengembangan potensi unggulan daerah, peningkatan kesejahteraan petani, hingga perbaikan sistem logistik pangan menjadi topik yang hangat dibahas dan diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan daerah ke depannya.

Hari ketiga, Rabu (10/6), diisi dengan kegiatan kunjungan lapangan atau *field trip* yang bertujuan memberikan wawasan nyata kepada peserta mengenai potensi dan tantangan pembangunan di Sumatera Barat. Peserta diajak berkunjung ke Museum Adityawarman untuk mempelajari sejarah dan kekayaan budaya daerah yang menjadi modal dasar pembangunan, dilanjutkan dengan diskusi dan pengamatan langsung selama kegiatan tersebut.
Setelah sesi istirahat dan makan siang, rombongan peserta kemudian melanjutkan kunjungan ke Rumah Dinas Wali Kota Padang. Di sana, peserta diterima langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran yang menyampaikan sambutan dan berdialog secara santai mengenai perkembangan ekonomi perkotaan, peran pemuda dalam pembangunan kota, serta tantangan pengelolaan sumber daya alam di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur.

Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut diisi dengan sesi tanya jawab dan ramah tamah, yang memungkinkan peserta untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin daerah. Wali Kota Padang menyampaikan apresiasi atas inisiatif ISMEI dalam mengangkat isu strategis energi dan pangan, serta berharap forum serupa dapat terus digelar secara berkala guna melahirkan gagasan-gagasan segar yang membangun.
Secara keseluruhan, *Sumatera Economic Resurgence Forum 2026* yang berlangsung selama tiga hari ini dinilai berhasil menjadi wadah pertukaran pikiran yang konstruktif. Berbagai kesepakatan dan gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi landasan bagi berbagai pihak dalam menyusun langkah strategis untuk mempercepat pemulihan dan kebangkitan ekonomi Sumatera Barat, yang tetap berpegang teguh pada prinsip keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kedaulatan energi, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan hidup.
Panitia pelaksana berharap momentum ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antar seluruh komponen bangsa di Sumatera Barat, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat diraih dengan fondasi yang kuat, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
