Prodi Kebidanan Unbrah Gelar Webinar Nasional Tentang Peran Bidan Cegah Stunting Kondisi Covid-19

Kegiatan webinar Prodi Kebidanan Unbrah, Rabu 24 Juni 2020.

Program Studi Kebidanan, Fakultas Vokasi Unbrah menggelar seminar secara dalam jaringan atau webinar dengan mengambil tema “Peran Bidan Mencegah Stunting Di Masa Pandemi Covid-19” pada Rabu 24 Juni 2020.

Kegiatan ini dimoderatori oleh salah satu dosen Kebidanan Unbrah Vitri Yuli Afni Amran, S.SiT, M.Keb menghadirkan dua narasumber yang merupakan dosen Unbrah yang memiliki kefokusan dalam bidang Stunting yakni dr. Laura Zeffira, Sp.A., M.Biomed dan Ira Suryanis, S.ST, M.Keb.

Sebelum pemaparan kedua narasumber, Ketua Prodi Kebidanan Hendri Devita, SKM, M.Biomed berharap webinar ini dapat membantu bidan di seluruh Indonesia dalam penanganan Stunting di masa Covid-19.

Sementara itu dalam pemaparannya dr. Laura Zeffira lebih memfokuskan pada pemaparan pentingnya imunisasi bagi bayi dan balita meski dalam keadaan pandemi Covid-19.

Sebab menurutnya fungsi imunisasi untuk menjaga kekebalan tubuh dari penyakit yang sebelumnya mewabah. Bila imunisasi tidak dilakukan besar kemungkinan penyakit tersebut dapat muncul dan bayi atau balita dapat kembali terpapar.

Kepala Prodi Kebidanan Unbrah Hendri Devita, SKM, M.Biomed

“Imunisasi ini penting karena bukan hanya menjaga satu atau perorangan namun juga dapat menjaga kesehatan komunitas dalam pola herd immunity,” kata dia.

Tentunya di masa pandemi Covid ini kata dr. Laura dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Misalnya penyediaan ruangan khusus steril dan terpisah dari ruangan penanganan covid. Kemudian saat melakukan imunisasi, tenaga kesehatan melakukan perlindungan diri yang juga sesuai protap kesehatan.

Seperti menggunakan APD level dua dan menggunakan sarung tangan yang diganti setiap pasien. Hal ini diperlukan untuk mencegah tertular Covid-19 antar pasien.

dr. Laura Zeffira saat memaparkan presentasinya

Kemudian kata dia pra pemeriksaan pasien dipastikan tidak terinfeksi Covid-19. Bila terinfeksi imunisasi jelas harus ditunda, dan dilanjutkan dengan penanganan Covid-19, baik anak atau ibu.

“Imunisasi di Indonesia trennya mengalami penurunan semenjak Covid-19 dikarenakan orang tua dan nakes ketakutan terpapar, pola di atas dapat menjadi solusi,” ujar Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unbrah tersebut.

Bila ini terus terjadi kata dr. Laura juga berpengaruh pada meningkatnya kasus stunting di Indonesia yang hingga saat ini belum ada obatnya.

Sementara itu meneruskan dr. Laura, Ira Suryanis memaparkan tentang stunting dan peran bidang terhadap kasus itu.

Dalam hal ini Sekretaris LP3M Unbrah tersebut membagi materi menjadi tiga bagian yakni 1000 Pertama Hari Kehidupan, kasus stunting saat ini, dan peran bidan dalam mencegah stunting pada masa Covid-19.

Terkait 1000 pertama hari kehidupan kata dia perlu menjadi perhatian orang tua khususnya ibu karena berhubungan dengan pembentukkan neurotransmitter dari anak. Ini amat menunjang kualitas sumber daya manusia di masa depannya.

Sebab pada dasarnya mulai dari kandungan hingga 2 tahun usia anak perkembangan neurotransmitter mencapai 80 persen. Kemudian dua hingga lima tahun mencapai 100 persen.

Ira Suryanis, S.ST, M.Keb

“Artinya pada usia itu harus dijaga asupan yang mendukung perkembangannya khususnya nutrisi dalam bentuk zat protein,” ujarnya.

Dia menambahkan bila pada usia tersebut mengalami kekurangan dalam hal protein maka akan berdampak pada kondisi anak seperti stunting atau gagal tumbuh, hambatan kognitif, dan gangguan metabolik seperti saat dewasa bila mengalami jantung dan diabetes.

Terkait stunting ini perlu dilakukan pola asuh yang tepat serta pemberian penyuluhan kepada ibu dan anak dalam hal asupan nutrisi dan pola hidup lainnya.

Beberapa hal yang bisa dimunculkan kata dia, yakni pola terpadu atau sistem pembinaan dan pencegahan penyakit stunting tersebut.

Misalnya seperti pengalaman pengabdian masyarakatnya di Pasaman Barat, Ira Suryanis memaparkan tentang pembuatan bilik tumbuh dan kembang. Tujuannya sebagai bilik pemantauan terhadap kondisi anak yang mengalami stunting.

“Memang dengan kondisi Covid-19 yang masih merajalela saat ini, tentu perlu modifikasi pelayanan dari bidan,” katanya.

Dapat saja modifikasi pelayanan ini dilakukan melalui perubahan kebiasaan di posyandu seperti melakukan pembersihan rutin ruangan, penyediaan hand sanitizer, penggunaan APD seperti masker, menerapkan pola jaga jarak, serta jadwal imunisasi atau pemeriksaan secara bergilir.

Ini dilakukan bila kondisi memungkinkan, bila tidak bidan dapat memanfaatkan teknologi misal media dalam memberikan penyuluhan kepada ibu dan anak.

Dia mencontohkan dirinya menggunakan platform android untuk menyosialisasikan terkait tumbuh kembang dan stunting.

Moderator Webinar Vitri Yuli Afni Amran, S.SiT, M.Keb

Sementara itu saat membuka kegiatan Dekan Vokasi Prof. Dr. Amri Bakhtiar, MS, DESS,Apt menyambut baik kegiatan ini karena ini menjadi upaya pencegahan stunting yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

Tidak lupa dekan juga memberikan selamat kepada seluruh bidan di Indonesia yang tengah merayakan hari jadi pada hari ini 24 Juni 2020.

Di akhir kegiatan ini dilaksanakan tanya jawab dengan peserta yang tercatat mendaftar sebanyak 2500 orang dan menjadi rekor selama Webinar dilaksanaka di Unbrah semenjak Maret lalu.

Webinar ini dikatakan skala nasional karena hadir dari berbagai profesi bidan dan nakes di seluruh Indonesia seperti Bandung, Medan dan daerah lainnya.