Pendiri Yayasan Pendidikan Baiturrahmah H. Amran Wafat

In Memorian H. Amran.

Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Baiurrahmah H. Amran Sutan Sidi Sulaiman meninggal dunia pada Senin 6 September 2021 dalam usia 92 tahun.

Pria yang lahir pada 20 September 1929 tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang pada pukul 05.30 WIB.

Bapak dari Walikota Padang Panjang Fadly Amran ini menghembuskan nafas terakhir usai berjuang dengan sakit yang diderita semenjak 15 Agustus 2021.

Pada pelaksanaan penyelenggaraan jenazah hingga pemakaman, Jenazah H. Amran dibawa pulang terlebih dahulu ke kediaman di Jalan Patimura Padang. Kemudian disemayamkan dan dimandikan sebelum dibawa kembali ke kampus Universitas Baiturrahmah tepatnya untuk dishalatkan.

Prosesi penguburan jenazah.

Di Masjid megah yang dibangunnya dan diresmikan pada Juli 2017 tersebut, mantan pengusaha Garam, real estate dan mobil tersebut dishalatkan dan dikebumikan tepat di pelataran depan masjid.

Wagub Sumbar Audy Joinaldi saat melayat ke rumah duka.

Dari pantauan semenjak dari rumah sakit hingga dikebumikan, ribuan orang yang merupakan kerabat, rekan, teman, hingga civitas akademika Unbrah dan pegawai di bawah naungan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah silih berganti melayat.

Bahkan saat dishalatkan dan dikebumikan, masyarakat sekitar ikut serta dan ikut mengantarkan hingga pandam pekuburan.

Rektor Universitas Baiturrahmah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S yang setia menemani Pak Haji Amran dari rumah sakit hingga pekuburan mengatakan ini menjadi hari berduka bagi seluruh civitas akademika Unbrah termasuk mahasiswa, bahkan dunia pendidikan di Sumbar.

Sebab menurut Rektor jasa H. Amran dalam membangun dan mengembangkan pendidikan di Sumbar dinilai telah berhasil mulai dari pendirian Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA dan hingga Universitas Baiturrahmah pada 1994.

Rektor Unbrah.

Bukan hanya itu, H. Amran juga dinilai sukses dalam memajukan perkembangan ilmu kesehatan di Sumbar yakni dengan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran yang kemudian menjadi Fakultas Kedokteran, Sekolah Ilmu Kedokteran Gigi yang kemudian menjadi Fakultas Kedokteran Gigi, seterusnya lahirnya Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Vokasi. Serta juga mendirikan Fakultas Ekonomi.

Bukan hanya dalam pendidikan formal, H. Amran bersama sang istri Hj. Maizarnis juga mengembangkan pendidikan berkarakter dan beragama. Salah satunya dengan mendirikan masjid yang termasuk megah di Sumbar dan telah diresmikan oleh mantan Wapres RI Jusuf Kalla pada 2017 lalu.

Dari masjid dan kampus Universitas Baiturrahmah dikembangkan pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai agama atau akhlakul karimah.

Dalam kesempatan tersebut Rektor Unbrah juga menyampaikan terima kasih dan memohon maaf segala kesalahan kepada keluarga.

Kepala LLDikti X memberikan testimoni saat acara pelepasan jenasah di rumah duka.

Senada rektor, Kepala LLDikti X Prof. Dr. Herri, SE, M.BA yang hadir semenjak dari rumah duka juga menyampaikan belasungkawa dan mengatakan bahwa dunia pendidikan tinggi di Wilayah X bahkan Sumatera telah kehilangan putra terbaiknya.

Sebab menurut Prof Herri, H. Amran juga ikut memajukan pendidikan tinggi khususnya bidang kesehatan seperti adanya Fakultas Kedokteran Swasta pertama di Sumbar dan Fakultas Kedokteran Gigi pertama di Sumatera.

Gubernur Mahyeldi saat ikut menyolatkan jenasah.

Sementara itu Gubernur Sumbar Mahyeldi yang hadir dan ikut menyalatkan di Masjid Baiturrahmah juga merasakan kehilangan dan mengatakan H. Amran merupakan salah satu tokoh masyarakat yang ikut memajukan pembangunan Sumbar.