Sosialisasi OBE Daring.

Lembaga Pengembangan Pengajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unbrah menggelar Sosialisasi tentang implementasi pendidikan berorientasi pada capaian pembelajaran atau Outcome Based Education (OBE) pada Senin 14 Desember 2020 melalui sistem dalam jaringan.

Dalam sosialisasi ini LP3M Unbrah menghadirkan dosen sekaligus pakar yang menguasai OBE dari Universitas Gadjah Mada yakni drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes, Ph.D.

Kepala LP3M Unbrah Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M.Sc mengatakan tujuan sosialisasi untuk mengenalkan kepada dosen Unbrah dan dosen lain di kampus wilayah LLDikti X mengenai pentingnya lulusan mahasiswa yang inovatif dan kreatif.

Dalam hal ini drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes, Ph.D dapat memberikan penjelasan kepada dosen dan civitas akademika tentang OBE. Mengingat pelaksanaan ini di UGM telah dilakukan secara masif dan menyeluruh, penyampaian dalam webinar akan bermanfaat bagi akademisi tersebut.

Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S yang membuka kegiatan menyebutkan kebanyakan sistem pengajaran lebih kepada konten atau materi namun kurang diperhatikan keberlanjutan dari karier mahasiswa usai lulus.

Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S

Sehingga implementasi pendidikannya tidak berdasarkan capaian pembelajaran. Akan tetapi UGM sebagai satu-satunya kampus yang konsen pada dalam implementasi berbasis capaian pembelajaran, tentu dapat mengajarkan kepada kampus lain tentang OBE tersebut.

Harapannya usai sosialisasi dan seminar ini, civitas akademika dapat memahami tentang OBE dan dapat menerapkannya di tingkat prodi, fakultas maupun universitas.

Sementara itu dalam pemaparannya drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes, Ph.D menjelaskan tentang OBE yang merupakan pendekatan yang menekankan pada keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif, dan efektif. OBE berpengaruh pada keseluruhan proses pendidikan dari rancangan kurikulum; perumusan tujuan dan capaian pembelajaran; strategi pendidikan; rancangan metode pembelajaran; prosedur penilaian; dan lingkungan/ekosistem pendidikan.

Pada tujuannya OBE ini untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan SDM di dunia kerja dan masyarakat. Mengingat juga perkembangan teknologi industri yang pesat dengan adanya Revolusi Industri 4.0 menjadikan OBE ini penting dikembangkan di perguruan tinggi.

Pada perkembangannya OBE ini memiliki konsep dan prinsip antara lain berfokus pada capaian pembelajaran, kemudian perancangan kurikulum harus juga berdasarkan capaian pembelajaran. Kemudian dilakukan keselarasan yang konstruktif antara penilaian dan proses pembelajaran dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang sudah ditetapkan.

Drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes, Ph.D

Proses penyelarasan dapat menggunakan pemetaan antara penilaian dengan CPMK dan antara proses pembelajaran dengan CPMK. Kemudian menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Dalam hal ini meliputi kondusifnya keragaman sumber belajar, materi sesuai perkembangan Iptek, serta fasilitas yang memadai baik dari sisi kuantitas dan kualitas. Kemudian menerapakan pola P-D-C-A yakni adanya keberlanjutan dan kesinambungan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga pengembangannya.

Perencanaan ini terdiri atas lingkup substansial yang meliputi Universitas, Visi, Misi dan nilai-nilai, Prodi, dan dosen. Kemudian rujukan eksternal yang meliputi berbagai peraturan.

Dalam pelaksanaan perlu diperhatikan metode pembelajaran, materi pembelajaran, keragaman sumber belajar, dan fasilitas. Dalam monitoring dan evaluasi dilakukan terjadwal dan terarah. Serta pengembangan kelanjutannya.

OBE ini kata drg. Tetiana penting bagi perguruan tinggi karena bersaing mengejar sumber daya pekerja dengan unit lain seperti kampus kedinasan yang memiliki orientasi kerja.

Slide.

Harapannya pemaparan ini dapat membantu bagi civitas akademika kampus yang ingin mengembangkan OBE dalam implementasi sistem pendidikannya.

Di akhir acara dilakukan tanya jawab antara peserta dan narasumber yang kemudian foto bersama melalui ZOOM.