LP3M Unbrah Gelar Webinar Bahas Strategi Pembelajaran Daring Bidang Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19

Kegiatan Webinar bersama LP3M Unbrah.


Lembaga Pengembangan Pengajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Baiturrahmah (Unbrah) menggelar webinar secara nasional membahas tentang “Strategi Pembelajaran Daring Bidang Kesehatan di Masa Pandemi Covid-19” pada Rabu 1 Juli 2020.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Kepala LP3M Unbrah Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M.Sc dan menghadirkan sejumlah narasumber yang merupakan dekan di beberapa kampus.
Narasumber pertama yakni Dekan Fakultas Kedokteran Unbrah Dr. dr. Rika Susanti, Sp.F menyampaikan proses pembelajaran daring Prodi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter di Unand.
Dalam hal ini dr. Rika menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran daring berjalan baik walaupun ada beberapa kendala seperti keluhan buruknya jaringan dari mahasiswa, serta biaya kuota yang besar.
Meski demikian untuk masalah itu secara internal maupun eksternal kampus telah dibantu.
Dalam hal pembelajarannya semua metode digunakan mulai dari penggunaan platform zoom, google classroom, Skype. Termasuk ujian blok dan ujian akhir dilakukan secara daring.

Presentasi salah satu narasumber webinar.


Akan tetapi untuk koas beberapa harus ditunda karena mencakup hubungan dengan pasien. Sebab dalam survei yang dilakukan hasilnya sebagian besar mahasiswa lebih memilih praktik tatap muka dan sistem video atau demo oleh dosen kurang efektif. Meski demikian penggunaan boneka atau manekin juga digunakan dalam pembelajaran secara offline.
Meneruskan dekan FK Unand, Dekan FK Universitas Yarsi Jakarta dr. Rika Yuliwulandari, M.Sc, P.hD mengatakan kegiatan pembelajaran daring di kampusnya telah disiapkan lebih jauh saat pertama kali Covid-19 resmi terdeteksi di Indonesia.
Sama seperti kampus lainnya, FK Universitas Yarsi juga melaksanakan pembelajaran daring dengan menggunakan berbagai platform dan media. Meski demikian dari evaluasi yang dilakukan, pembelajaran menggunakan Zoom menjadi yang paling efektif.
Dalam hal ini ada beberapa evaluasi yang dilakukan kampus selama pembelajaran daring. Pertama terkait pandangan dosen yang berubah selama belajar daring seperti persepsi mahasiswa butuh dosen dengan daring, mahasiswa bisa mandiri. Kedua terkait pandangan mahasiswa yang berubah bahwa butuh pengembangan lebih dari pengetahuannya tidak sekedar menerima materi dari dosen saja.
Sementara itu pembicara ketiga yakni Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unbrah drg. Citra Lestari, MDSc, Sp.Perio yang membagi pengalaman sistem pembelajaran daring program sarjana Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi.
Sama seperti yang lainnya Dekan juga menyampaikan penggunaan platform Zoom untuk perkuliahan dan praktikum daring. Bahkan untuk praktikum kata Dekan, dosen melakukan praktik demo yang menggunakan alat peraga. Akan tetapi tidak terlalu efektif bila menggunakan alat yang berat.
Hal lain yang disampaikan yakni kebijakan kampus Unbrah dalam pembelajaran daring amat ditentukan kebijakan PSBB dan ketentuan Kemendikbud.
“Alhamdulilah terkait subsidi pulsa, telah diakumulasi dengan pengurangan uang kuliah sebesar Rp500 ribu,” kata drg. Citra Lestari.
Di sela persentase narasumber moderator Kepala LP3M Unbrah Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M.Sc mengatakan tujuan digelar Webinar ini sebagai pengajaran sekaligus percontohan jurusan atau fakultas bidang kesehatan lain dalam pelaksanaan serta pengembangan sistem pembelajaran daring.
Harapannya dengan webinar ini peserta mendapat tambahan pengetahuan sebagai pertimbangan untuk menentukan kebijakan di kampusnya masing-masing.
Senada Kepala LP3M, Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S menyampaikan baik pembelajaran daring atau luring (luar jaringan) dan tatap muka, kampus mengembangkan tiga aspek pada mahasiswa.
Ketiga aspek itu tetap dan tidak berubah baik dalam kondisi pandemi atau tidak yakni pengetahuan, sikap dan keterampilan. Tinggal saja masa pandemi dan kuliah daring ini prosesnya disesuaikan.
Sementara itu webinar ini diikuti lebih dari 800 orang yang mengamati langsung dengan Zoom dan sebagian dengan di Livestreaming YouTube. Sebagian yang mendaftar dan telah mengisi formulir akan mendapat e-sertifikat.