
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Baiturrahmah (Unbrah) resmi membuka Bazaar Ramadhan 1447 Hijriah yang dipusatkan di lapangan parkir kampus, tepat di depan Masjid Baiturrahmah, pada 2–14 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Ramadhan di lingkungan kampus tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Fazlan, menyampaikan bahwa kepanitiaan bazaar telah dibentuk sejak 3 Februari 2026. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tahunan tersebut dapat kembali terselenggara dengan baik.
“Kegiatan ini diperuntukkan untuk civitas akademika Unbrah dan juga memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar kampus untuk membeli pabukoan” ujarnya saat pembukaan kegiatan.
Dia menambahkan Bazaar Ramadhan merupakan agenda rutin yang selalu digelar setiap bulan suci. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dari tahun ke tahun.
“Harapannya pelaksanaan tahun ini dapat memberikan peningkatan, baik dari sisi kualitas produk, manajemen stan, maupun jumlah partisipasi mahasiswa yang terlibat secara aktif dalam kegiatan kewirausahaan tersebut,” ujar dia
Sementara itu, Dekan FEB Dr. Yefri Reswita, M.Si, Akt menilai hadirnya bazaar Ramadhan sebagai wujud nyata pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan kampus. Kegiatan ini dinilai mampu menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berwirausaha.

Dekan berharap bazaar Ramadhan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun, sehingga menjadi tradisi positif yang memperkuat kultur akademik sekaligus semangat kewirausahaan di FEB Unbrah.
Sedangkan Wakil Rektor III Unbrah, Drs. Eka Trio Effandilus, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa bazaar Ramadhan bukan sekadar kegiatan jual beli, melainkan wadah kepedulian sosial, pengembangan kreativitas, serta pembentukan jiwa entrepreneur mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan momentum Ramadhan untuk belajar menerapkan teori ekonomi yang telah diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata, mulai dari pengelolaan modal, pencatatan keuangan, hingga strategi pemasaran dan pelayanan kepada konsumen.
“Mahasiswa harus belajar me-manage keuangan secara tertib dan bertanggung jawab. Dari kegiatan sederhana seperti bazaar ini, mereka bisa memahami bagaimana perencanaan usaha, pengendalian biaya, serta evaluasi keuntungan dilakukan secara riil,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bazaar tersebut juga memberikan nuansa Ramadhan yang kental di kampus berkarakter Islami, sekaligus menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H di Unbrah.

Sementara itu pada Bazaar tersebut sebanyak 26 stan yang terdiri atas makanan dan minuman turut meramaikan bazaar tahun ini. Produk yang dijual umumnya merupakan jenis kuliner yang banyak diminati masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Sebagian besar pelaksana dan pengisi stan merupakan mahasiswa FEB Unbrah dari Program Studi Manajemen dan Kewirausahaan dan UMKM yang dibina oleh FEB Unbrah. Mahasiswa Manajemen belajar mengelola usaha secara langsung, sementara mahasiswa Kewirausahaan berlatih menyusun strategi pemasaran dan penjualan sejak tahap perencanaan modal hingga pelaksanaan usaha selama bazaar berlangsung.
