Foto bersama pra kegiatan.

Fakultas Vokasi Universitas Baiturrahmah memperkuat konsistensinya dalam penanganan darurat bencana di Sumbar dengan menggelar kegiatan Simulasi tanggap bencana “Hospital Disaster Plan” Kelima pada Kamis 12 Februari 2026 yang dihelat di Universitas Baiturrahmah

Penanggung Jawab Kegiatan Ns. Fatimah, M.Kep mengatakan tema dari “Hospital Disaster Plan” yang ketiga kali ini yakni “Strategi Pengembangan Kompetensi Kolaboratif Mahasiswa Kesehatan Dalam Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Fakultas Vokasi dari Universitas Baiturrahmah”.

Simulasi penanganan darurat di lokasi bencana.

Fatimah menjelaskan kegiatan ini berupa simulasi yang menyerupai kondisi nyata penanganan bencana, mulai dari aktivasi sistem tanggap darurat rumah sakit, triase korban, koordinasi lintas profesi hingga manajemen evakuasi dan penanganan pasien sesuai prinsip interprofessional education.

“Dalam simulasi kami membuat senyata mungkin seperti ada korban yang tertimpa reruntuhan, aksi berlarian karena panik menghindari bencana, hingga pembuatan rumah sakit darurat,” ujarnya.

Simulasi Memapah korban.

Dia menambahkan Fakultas Vokasi menjadi kampus pertama di Sumbar yang menyelenggarakan simulasi Hospital Disaster Plan secara komprehensif dimana semua pihak ikut terlibat baik internal maupun eksternal.

Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan bencana, khususnya gempa bumi.

Fatimah menyebutkan kegiatan Hospital Disaster Plan ini melibatkan 168 orang mahasiswa yang terdiri dari 98 orang mahasiswa Prodi D4 Keperawatan Anestesiologi dan 70 orang mahasiswa Prodi D3 Radiologi.

Simulasi pengantaran korban menggunakan ambulan.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, M.S, yang menyampaikan bahwa kegiatan simulasi bencana ini amat penting diedukasikan kepada masyarakat khususnya mahasiswa bidang kesehatan.

Hal ini kata Rektor dikarenakan wilayah Sumatera Barat menjadi salah satu daerah yang rawan dan sering dilanda bencana alam, sehingga pengetahuan dalam kesipsiagaan dan tanggap darurat bencana menjadi sesuatu yang wajib dimiliki.

Terlebih sebutnya, bagi mahasiswa dan civitas akademika di Fakultas Vokasi yang memiliki visi dan misi kegawatdarurat bencana, tentunya simulasi ini akan memberikan pengajaran langsung di lapangan bagi mahasiswa.

Simulasi Menggotong korban.

Melanjutkan itu, Rektor Unbrah juga menyampaikan terkait gawatdarurat bencana Unbrah berkomitmen dalam melaksanakannya seperti yang terakhir dalam penanganan bencana banjir dan galodo di Sumbar beberapa waktu lalu.

Senada itu Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Ibu Rosmadeli, SKM, M.Biomed mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini oleh Unbrah. Menurutnya ini dapat menegaskan kolaborasi dunia pendidikan dan sektor kesehatan menjadi penting dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di daerah.

Simulasi penanganan korban di RS darurat.

Harapannya ke depan Fakultas Vokasi Unbrah dapat menjadi pelopor pengembangan kompetensi kebencanaan di lingkungan perguruan tinggi Sumatera Barat, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam mendukung mitigasi dan respons bencana di masyarakat.

Sementara itu dalam kegiatannya dipusatkan di Gedung I sebagai titik terjadinya bencana gempa bumi, di gedung itu banyak korban berjatuhan sehingga memerlukan penanganan darurat.

Tim kesehatan, SAR dan relawan lainnya menerobos gedung dan menyelamatkan korban dengan membawa ke UGD di Rumah Sakit Darurat yang dibangun di depan parkiran Unbrah.