Fakultas Kedokteran Gigi
Fakultas Kedokteran Gigi termasuk fakultas yang tertua dalam lingkungan Universitas Baiturrahmah. Jumlah mahasiswa saat ini sekitar 805 orang yang berasal dari lulusan berbagai Sekolah Menengah terutama dan Sumatera Bagian Tengah. Kegiatan perkuliahan dan praktikum dilakukan dikampus Aie Pacah, namun tugas klinik seluruhnya dilakukan di kampus di Jl. Damar Padang. Sejak Wisuda Pertama tahun 1993, fakultas kedokteran gigi telah menghasilkan sebanyak 382 orang lulusan yang bertugas diberbagai tempat di seluruh Indonesia.
Email : fkg@unbrah.ac.id
Sejarah Singkat
Sampai tahun 2005, di Sumatera Barat atau lebih tepat lagi di Sumatera bagian tengah (Sumatera Barat, Riau dan Jambi) belum didapati Program Studi Pendidikan Dokter Gigi. Mencermati hal tersebut, Yayasan Pendidikan Baiturrahmah yang saat itu mulai berkiprah dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Sumatera Barat, menyiapkan pendirian fakultas jenis tersebut.
Melalui Kopertis Wilayah I Medan keluarlah Izin Operasional Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi Yayasan Pendidikan Baiturrahmah pada tahun 1985, dan setelah itu dengan terbitnya keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, No.0284/0/1988 tanggal 18 Juni 1988 diberikanlah Status Terdaftar kepada Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi tersebut. Sejak tahun pendirian tadi dijalinlah kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Medan terutama dalam hal pembantuan tenaga dosen. Ketergantungan ini sangat besar sekali apalagi mengingat program baru ini dalam Status Terdaftar sehingga tenaga untuk Ujian Negara pun dibantu oleh Universitas Sumatera Utara.
Dengan berdirinya Universitas Baiturrahmah tahun 1994 maka Sekolah Tinggi ini dimasukkan kedalamnya dan sekaligus berubah statusnya menjadi Fakultas Kedokteran Gigi. Pada tahun-tahun awal perkembangan Sekolah Tinggi I Fakultas ini, Yayasan Pendidikan Baiturrahmah memang menghadapi masalah besar. Jumlah mahasiswa yang relatif kecil dan biaya operasional yang relatif besar, betul-betul merupakan beban berat yang mau tidak mau harus dipikul sendiri Yayasan. Sampai tahun 2004, mahasiswa baru yang mendaftar berkisar antara 300 — 400 orang. Namun demikian perkuliahan dan praktikum diusahakan selancar rnungkin walaupun suara keluhan atau ketidak puasan selalu saja terdengar. Syukur Alhamdulillah, dalam periode yang berat ini, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah telah dapat menghasilkan sebanyak 382 orang Dokter Gigi dan telah mengabdikan diri dibeberapa tempat instansi di Indonesia. Beberapa orang diantara alumni tersebut direkrut menjadi dosen di almamater mereka ini. Bahkan, dua orang diantaranya dikirim untuk studi lanjut di Faculty Pergigian University Malaya Kuala Lumpur, dan telah berhasil meraih gelar MDSc dengan memuaskan. Hal ini, rasanya sekaligus merupakan bukti bahwa mutu pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi cukup baik. Dan dengan mutu pendidikan yang cukup baik tersebut rnaka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, setelah memperoleh rekomendasi dan Badan Akreditasi Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. No.001/BAN- PT/AK- 1/VIII/1998 tanggal 11 Agustus 1998, menetapkan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Baiturrahmah, terakreditasi dengan peringkat B, sekaligus program studi yang semula bernama Kedokteran Gigi dirubah menjadi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.
Perjalanan akademis di atas sudah jelas meningkatkan kepercayaan masyarakat pada fakultas ini. Tahun akademik 1998/1999 peminat lulusan Sekolah Menengah yang Ujian Masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi terus meningkat tiap tahun. Apalagi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah adalah satu-satunya Pendidikan Dokter Gigi swasta di Sumatera. Satu-satunya Fakultas Kedokteran Gigi Negeri di Sumatera hanyalah Universitas Sumatera Utara Medan. Mulai tahun 1998 itu pula perkuliahan dan praktikum dilaksanakan di Kampus Aie Pacah, menempati gedung baru bersama-sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Tetapi mengingat kondisi lingkungan terutama para pasien, maka khusus untuk tugas Kinik masih dilaksanakan di kampus di Jalan Damar Padang.
Struktur Organisasi
Organisasi di Fakultas Kedokteran Gigi sama dengan fakultas lainnya. Susunan Pimpinan Fakultas saat ini adalah sebagai berikut:
| Dekan | : | Drg. R. Rama Putranto, M.Kes, Ph.D |
| Pembantu Dekan I | : | Drg. Utmi Anna, MDSc |
| Pembantu Dekan II | : | Drs. Busman,MSi |
| Pembantu Dekan III | : | Drg. Anui Mansyur |
Selain itu pula Fakultas Kedokteran Gigi memiliki 8 bagian klinik dengan Kepala Laboratorium sebagai berikut:
| Bedah Mulut | : | Drg. Efa Ismardianita |
| Ilmu Kesehatan Gigi Anak | : | Drg. Aida Fitriana |
| Konservasi | : | Drg. Dewi Elianora, MDSc |
| Orthodonti | : | Drg. R. Rama Putranto, M.Kes, Ph.D |
| Ilmu Penyakit Mulut | : | Drg. Utmi Anna, MDSc |
| Periodontologi | : | Drg. Nurhamidah |
| Prosthodonti | : | Drg. Oknies Fadriyanti, Sp.Prost |
| DPH/IKGM | : | Drg. Masra |
Tujuan Pendidikan
Pendidikan Dokter Gigi terdiri atas dua tahap yaitu Program Pendidikan
Sarjana Kedokteran Gigi dan Program Pendidikan Dokter Gigi yang
merupakan satu kesatuan yang utuh. Karena pendidikan Sarjana Kedokteran
Gigi bukan pendidikan terminal, maka tujuan pendidikannya adalah
menyiapkan mahasiswa untuk pendidikan lanjutan yakni pendidikan Dokter
Gigi.
Tujuan pendidikan adalah mendidik mahasiswa melalui proses belajar
mengajar sehingga memiliki sikap dan kemampuan sebagai berikut:
-
Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki akhlakul karimah
-
Sanggup memelihara dan mengembangkan integritas dan kepribadian yang tinggi, rasa tanggung jawab, sifat dapat dipercaya serta menaruh perhatian dengan etika kedokteran gigi.
-
Sanggup selalu meningkatkan dan mengembangkan diri dalam bidang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi sesuai baktinya dengan meningkatkan pendidikan, memilih sumber-sumber pendidikan yang serasi berdasarkan penilaian kemajuan diri secara kritis dengan berpedoman pendidikan sepanjang hayat.
-
Menguasai dasar-dasar ilmiah serta pengetahuan dan ilmu kedokteran, khususnya kedokteran gigi sehingga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang mencakup:
-
Mengenal, merumuskan dan menyusun prioritas masalah kesehatan kedokteran gigi masyarakat sekarang dan akan datang, serta merumuskan cara penyelesaian masalah-masalah tersebut melalui rencana program-program yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
-
Menyusun perencanaan penyelesaian masalah kesehatan gigi penderita dengan berlandaskan etika kedokteran gigi serta dengan rnemperhatikan aspek jasmani, rohani, dan sosio budaya penderita melalui proses identifikasi dan perumusan masalah penderita.
-
-
Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif dan produktif, bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran gigi maupun terhadap masalah kesehatan pada umumnya yang dihadapi masyarakat serta mendidik dan mengajak masyarakat kearah sikap sadar kesehatan gigi.
-
Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu kesehatan, khususnya ilmu kedokteran gigi dalam upaya mencari penyelesaian masalah kesehatan penderita, masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan dengan ikut serta dalam pendidikan dan penelitian.
-
Mempunyai kesanggupan melakukan tugas profesi kedokteran gigi dalam tatanan sistem pelayanan kesehatan yang berlaku di Indonesia dengan berpedoman pada rasa kemanusiaan dan etika kedokteran gigi mencakup:
-
Pengelolaan masalah kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan promotif, preventif dan rehabilitatif dengan penekanan pada pemeliharaan dan pemulihan fuingsi optimal sistem stomatognatik baik perorangan maupun masyarakat dengan memperhatikan sistem rujukan berdasarkan keyakinan bahwa gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan.
-
Kemampuan bekerja sama secara tepat guna dan daya guna dalam satu tim, baik tim kesehatan gigi maupun pelayanan / asuhan kesehatan yang lain, untuk melaksanakan pelayanan, khususnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut, guna mengembalikan fungsi stomatognatik dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
-
Peka terhadap perubahan dan perkembangan masyarakat serta lingkungan demi peningkatan dan kelancaran kesehatan.
-
Kurikulum
Semester I
| No. | Kode | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | KGB 101 | Anatomi I (T) | 3 |
| 2 | KGB 102 | Anatomi II (P) | 1 |
| 3 | KGB 103 | Kimia I (T) | 3 |
| 4 | KGB 104 | Kimia II (P) | 1 |
| 5 | KGB 105 | Fisika I (T) | 3 |
| 6 | KGB 106 | Fisika II (P) | 1 |
| 7 | KGB 107 | Biologi I (T) | 3 |
| 8 | KGB 108 | Biologi II (P) | 1 |
| 9 | KGB 109 | Anatomi Gigi | 1 |
| 10 | UBR 111 | Agama I | 2 |
| 11 | UBR 121 | Pancasila | 2 |
| 12 | KGB 110 | Bahan Kedokteran Gigi I | 1 |
| Jumlah | 22 |
Semester II
| 1 | KGB 111 | Histologi Histologi I (T) | 1 |
| 2 | KGB 112 | Histologi Histologi II (P) | 1 |
| 3 | KGB 113 | Biokimia I (T) | 3 |
| 4 | KGB 114 | Biokimia II (P) | 1 |
| 5 | KGB 115 | Ilmu Komputer | 2 |
| 6 | KGB 116 | Bahasa Inggris I | 2 |
| 7 | KGB 117 | Fisiologi I (T) | 4 |
| 8 | KGB 118 | Fisiologi II (P) | 1 |
| 9 | KGB 119 | Biologi Rongga Mulut I | 2 |
| Jumlah | 17 |
Semester III
| No. | Kode | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | KGB 201 | Bahan Kedokteran Gigi II | 2 |
| 2 | KGB 202 | Mikrobiologi I (T) | 2 |
| 3 | KGB 203 | Mikrobiologi II (T) | 1 |
| 4 | KGB 204 | Alat-alat kedokteran Gigi I (T) | 2 |
| 5 | KGB 205 | Parasitologi I (T) | 2 |
| 6 | KGB 206 | Parasitologi II (P) | 1 |
| 7 | KGB 207 | Biologi Rongga Mulut II | 1 |
| 8 | KGB 208 | IKGM I | 1 |
| 9 | KGB 209 | Farmakologi I (T) | 2 |
| 10 | KGB 210 | Farmakologi II (P) | 1 |
| 11 | UBR 112 | Agama II ( 3 & 4 ) | 2 |
Jumlah |
17 |
Semester IV
| No. | Kode | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | KGB 211 | Patologi Klinik I (T) | 2 |
| 2 | KGB 212 | Patologi Klinik II (P) | 1 |
| 3 | KGB 213 | Interna | 2 |
| 4 | KGB 214 | Bedah Umum | 2 |
| 5 | KGB 215 | Anaesthesi | 2 |
| 6 | KGB 216 | IKGM II | 1 |
| 7 | KGB 217 | THT | 1 |
| 8 | KGB 218 | Biologi Rongga Mulut III | 2 |
| 9 | KGB 219 | Patologi Anatomi I (T) | 2 |
| 10 | KGB 220 | Patologi Anatomi II (P) | 1 |
| 11 | KGB 221 | Ronsenologi Rongga Mulut I (T) | 2 |
| 12 | KGB 222 | Ronsenologi Umum | 1 |
| 13 | KGB 223 | Prosthodonsia I (Fixed T) | 2 |
| 14 | UBR 113 | Agama III ( 5 & 6 ) | 2 |
Jumlah |
23 |
Semester V
| No. | Kode | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | KGB 301 | Prosthodonsia III (Parsial) | 2 |
| 2 | KGB 302 | Alat-alat kedokteran Gigi II (P) | 2 |
| 3 | KGB 303 | Metode Penelitian | 2 |
| 4 | KGB 304 | Ronsenologi Rongga Mulut II (P) | 1 |
| 5 | KGB 305 | Opdent I (T) | 2 |
| 6 | KGB 306 | Endodonsia I (T) | 2 |
| 7 | KGB 307 | Orthodonsia I (T) | 4 |
| 8 | KGB 308 | Exodonsia | 2 |
| 9 | KGB 309 | Neurologi | 2 |
| 10 | KGB 310 | Prosthodonsia II (Fixed P) | 2 |
| 11 | KGB 311 | Biologi Rongga Mulut IV (P) | 1 |
Jumlah |
22 |
Semester VI
| No. | Kode | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | KGB 312 | Periodonsia | 4 |
| 2 | KGB 313 | Opdent II (P) | 1 |
| 3 | KGB 314 | Orthodonsia II (P) | 2 |
| 4 | KGB 315 | Ilmu Bedah Mulut | 3 |
| 5 | KGB 316 | Ilmu Kesehatan Mulut | 3 |
| 6 | KGB 317 | Endodonti II ( P) | 1 |
| 7 | KGB 318 | IKGM III | 2 |
| 8 | KGB 319 | Prosthodonsia IV (Full) | 2 |
| 9 | KGB 320 | Paedodonsia | 2 |
| 10 | UBR 114 | Agama IV ( 7 & 8 ) | 2 |
Jumlah |
22 |
Semester VII
| No. | Kode | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | KGB 401 | Psikologi | 2 |
| 2 | KGB 402 | Karya Ilmiah | 1 |
| 3 | KGB 403 | Ilmu Gizi | 2 |
| 4 | KGB 404 | I.P.Kulit & Kelamin | 1 |
| 5 | KGB 405 | Psikiatri | 1 |
| 6 | KGB 406 | Ilmu Kes. Anak | 1 |
| 7 | KGB 407 | IKGM IV | 2 |
| 8 | KGB 408 | Bahasa Inggris II | 2 |
| 9 | KGB 409 | Skripsi | 2 |
Jumlah |
14 |
Semester VIII
| No. | Kode | Mata Kuliah | SKS |
| 1 | KGB 411 | Ilmu Penyakit Mata | 1 |
| 2 | KGB 412 | Farmasi I (T) | 1 |
| 3 | KGB 413 | Farmasi II (P) | 1 |
| 4 | KGB 414 | Etik Kedokteran | 2 |
| 5 | UBR 410 | Kedokteran Forensik | 2 |
| 6 | UBR 131 | Kewiraan | 2 |
Jumlah |
9 |